Teroris, Skandal Century dan Investasi
Oleh : Hendro Wibowo
(Dosen STEI SEBI dan Kandidat Master Bisnis dan Keuangan Islam Universitas Paramadina Jakarta)
Baru-baru ini, terungkap lagi yang diduga sebagai gembong teroris setelah penyerangan dari pihak kepolisian Densus 88, tepatnya pada selasa 9 maret 2010 didaerah pamulang tangerang selatan propinsi Banten. Setelah pihak kepolisian mendapat info dari penyerangan yang terjadi waktu sebelumnya di Aceh Besar, yang di duga dari penangkapan tersebut ada yang berasal dari pamulang seperti yang dijelaskan oleh Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri menyatakan para tersangka teroris yang hingga saat ini masih dilakukan pengejaran aparat kepolisian di Provinsi Aceh, merupakan kelompok Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Jakarta Para tersangka baik yang telah ditangkap maupun yang masih dalam pengejaran polisi adalah kelompok yang masuk dalam DPO karena terlibat dalam berbagai aksi bom di Jakarta (Republika, 16 maret 2010). Kasus penggerebekan teroris ini mulai mencuat, setelah beberapa waktu sempat vakum. Tidak bisa dikatakan apakah, isu penggerebakan teroris ini ada muatan politik atau tidak, tapi yang jelas isu penggerebakan ini, setelah adanya keputusan berkaitan dengan kasus Bank Century.
Isu terorisme yang tiba-tiba muncul di tengah hiruk pikuk pertarungan antara istana dan DPR terkait skandal Bank Century, mulai memunculkan kecurigaan publik bahwa ada pengalihan isu oleh pemerintah, dikarenakan isu teroris ini mulai mencuat setelah hasil akhir dari keputusan kasus Bank Century. Hal ini karena modus yang sama juga pernah terjadi beberapa waktu lalu. Kecurigaan penutupan isu Century ini, memang butuh uji fakta yang lebih dalam. Tapi, publik seperti diperlihatkan pada kesimpulan ini ketika beberapa kasus serupa juga pernah terjadi. Sebenarnya apa yang telah terjadi di negeri ini ? ini merupakan pertanyaan yang besar apakah hanya pengalihan isu yang dilakukan oleh pemerintah yang diindikasikan terlibat dalam kasus tersebut atau lainnya, yang jelas kalau ditelusuri lebih dalam yang menjadi perhatian kita bersama adalah bagaimana dampak terhadap perekonomian terutama dalam hal pasar investasi akibat dari peristiwa yang terjadi.
Sebentar lagi akan muncul moment bagus tentang Economist Conferences akan mengadakan Indonesia Summit, sebuah forum yang mempertemukan lebih dari 100 pemimpin bisnis senior dan pejabat pemerintah, pada 24-25 Maret mendatang. Indonesia Summit menghadirkan program yang berfokus pada terbentuknya hasil nyata yang dapat dimanfaatkan oleh para pesertanya yang meliputi pemimpin industri dari perusahaan-perusahaan global dan pemangku kepentingan utama perekonomian Indonesia, dalam meninjau potensi masa depan negara Indonesia. Paling tidak hasil dari pertemuan ini adalah memberikan arahan bagi para pengusaha untuk bisa konsolidasi dalam rangka menggapai potensi permodalan dari luar. Namun, jika kondisi dan suasana di Indonesia masih seperti ini, bagaimana mungkin Indonesia bisa mendapatkan investor dari berbagai negara. Pemerintah mengungkapkan bahwa iklim investasi Indonesia. Investasi dalam negeri ditahun ini yakni pada tahun 2010 diproyeksi akan naik sekitar 7 hingga 9 persen, diperkirakan mencapai Rp 150-170 triliun. Pada 2009, berdasarkan data Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi pada tahun lalu mencapai Rp 135 triliun. Tapi apakah bisa berwujud dan terealisasi dengan kenaikan 7-9%, kita lihat saja perkembangan selanjutnya jika kondisi keamanan masih tetap sama hingga waktu sekarang, menurut saya pribadi agak berat, apalagi ada kecenderungan keterlibatan dari skandal bank Century terhadap institusi besar yang mengatur perbankan yakni orang-orang yang berada di Bank Indonesia, selain itu di balik kasus berkembangannya para teroris yang semakin memanas, jika ini benar terjadi dan kondisi seperti ini berkepanjangan bukan berarti sebagai penyebab trust investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia bisa berkurang.
Jika target kenaikan penanaman modal asing mencapai 7-9% tingkat kenaikan. Merupakan kerja keras bagi pemerintah, yang diharus dilakukan adalah Pertama, pemerintah harus bisa menyakinkan kepada investor asing atau bahkan kepada Negara-negara investor dari berbagai benua bahwa kondisi keamanan dan pertahanan di Indonesia sudah mulai kondusif, terutama terhadap isu terorisme. Kedua, pemerintah perlu memperbaiki semua lini sektor usaha, baik sektor perbankan, sektor telekomunikasi, elektronika, petrokimia dimana sector inilah yang masih banyak peminatnya dari investor asing. Investasi adalah jalan bagi pemerintah untuk memacu ekonomi apalagi di tengah krisis ekonomi yang saat ini berlangsung sehingga pemerintah tidak mempunyai pendanaan pembangunan termasuk pembangunan infrastruktur, seperti listrik dan trasportasi. Ketiga, mengoptimalkan investor dalam negeri untuk bisa melakukan investasi terhadap berbagai sektor usaha, khusus untuk investor dalam negeri pemerintah memberikan reward kepada investor. Sehingga dengan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dari berbagai langkah dapat memperoleh target investasi sesuai dengan yang diharapkan pada tahun 2010 sehingga perekonomian Indonesia bisa lebih baik.